Upaya Pembangunan Wilayah FE UTU Teken Kerjasama  dengan Instansi Kelautan dan Kebencanaan  Aceh Bar
  • Fakultas Ekonomi
  • 19. 01. 2022
  • 0
  • 1477

Dunia terdiri dari 70 persen adalah lautan dan perairan, sementara Indonesia terdiri dari banyak pulau yang dikenal dengan negara maritim, dengan jumlah kepulauan yang terdata di UNCLOS sebagai lembaga internasional yang memberikan legalitas dan pencatatan terhadap dunia maritim dunia, dengan kepulauan yang dimiliki oleh Indonesia sebanyak 17.000 pulau. Dikukung dengan sumberdaya pesisir yang melimpah dengan garis pantai terpanjang no 2 di dunia.
Pembangunan sektor maritim terus digalakkan dalam upaya peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan bersama. Pastinya hal ini tidak semudah yang kita banyangkan, pelbagai masalah, tantangan dalam memaksimalkan potensi yang ada guna kinerja pembangunan berjalan dengan baik.
Selain terebarnya tingkat kemiskinan di Indonesia pada wilayah perkotaan, hal ini tidak seberapa dibandingkan jumlah masyarakat miski yang ada di wilayah pesisir, dan ditambah dengan resiko kebencanaan yang mereka hadapi, hal ini dapat berupa pasang purnama, abrasi pantai, naiknya permukaan air laut dan beberapa potensi kebencanaan yang berpeluang bagi masyarakat pesisir sebagai dampak ketidak seimbangan pembangunan dan proses produksi guna memenuhi utilitas pasar. Beberapa kajian mitigasi kebencanaan wilayah pesisir kita jumpai bahwa, indonesia merupakan daerah yang rentan terhadap bencana Tsunami, seperti halnya Jepang. Dalam kajian Geofisika dan Rupa Bentuk Bumi sekalipun, Indonesia terletak pada lempengan aktif euro asia yang membuat banyak dari gunung berapi menjadi aktif, seperti halnya penelitian beberapa waktu lalu, dengan tajuk “Vulcano Expeditions and Ring of Fire Indonesia 2017” lalu menemukan hasil bahwa Indonesia secara umum, dan Aceh khususnya memiliki potensi sumberdaya yang banyak dan hal tersebut ditandai dengan adanya gunung berapi baik di daratan maupun di bawah permukaan laut serta tersedianya kawasan rawa gambut berjenis gambut tropis.
Fakultas Ekonomi Universitas teuku umar menyadari hal tersebut, bahwa dalam melakukan pembangunan khususnya dalam pendidikan tinggi mestilah adanya kerjasama dengan berbagai sektor, dengan memulai penandatanganan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat dan dilakukan pula selanjutnya dengan Badan Penanggulangan Kebencanaan Aceh Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Gedung Terintegrasi dengan dihadiri kedua belah pihak yakni Dekan FE UTU Prof. Dr. T. Zulham, S.E., M.Si dengan kepala DKP dan BPBA Aceh Barat. Semoga hal tersebut memilik dampak secara langsung pada pendidikan tinggi di Barat Selatan pesisir Barat Selatan. (rollis.red)

Lainnya :